29 Jul 2020, 20:30 WIB

Liputan6.com, Yogyakarta- Tahun ajaran baru 2020/2021 membawa perubahan signifikan di sektor pendidikan. Pandemi Covid-19 mengharuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring diterapkan.

Sejumlah tantangan pun dihadapi pendidik dan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar secara online atau daring, antara lain, pemahaman tentang karakter psikologis siswa dan pendidik supaya pembelajaran jarak jauh yang diberikan tepat guna dan persiapan pendidik untuk menyiasati kesulitan siswa belajar dari rumah yang notabene berpotensi mengalami banyak gangguan.

“Misal bagaimana jika posisi rumah siswa dan pendidik susah sinyal, tidak ada perangkat komputer atau ponsel yang mendukung,” ujar penggiat literasi dan pendidikan Elly Tumiwa, dalam siaran persnya, Rabu (29/7/2020).

Elly yang juga menjabat sebagai CEO Markom DKG Grup, perusahaan yang mengelola sejumlah museum modern di Indonesia seperti History of Java (HoJ) Yogyakarta ini mengungkapkan pendidik dituntut untuk sigap dan kreatif dalam membuat sebuah ruang kelas virtual, sehingga siswa tetap fokus dan tidak bosan menatap gawainya. Termasuk, membuat video pembelajaran daring yang menarik dengan ponsel pintar untuk siswa.

Menurut Elly, pendidik juga dituntut untuk selalu menghidupkan nilai luhur Ki Hajar Dewantara supaya terus berkontribusi di tataran global.

Persoalan yang muncul itu juga didukung data statistik. Ia mengutip, temuan sumber SDGS 2020 yang menyebutkan pandemi Covid-19 membuat kurang lebih 1.5 miliar siswa tidak ke sekolah dan kurang lebih hampir 500 juta siswa tidak bisa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ).

Sumber Statistik Potensi Desa Indonesia  2018 (BPS) mencatat  sebanyak 13.720 desa (16,3 persen) di Indonesia tidak terhubung dengan jaringan internet atau sinyal telepon seluler. Bahkan Kemendikbud RI turut menyatakan bahwa sebanyak 40.779 atau 18 persen Sekolah Dasar dan Menengah tidak memiliki akses internet dan sebanyak 7.552 sekolah belum terpasang listrik.

Berkaca dari berbagai persoalan itu, Yayasan Dtopeng Kingdom Museum Grup pun menggandeng Mata Rajawali Media Network Surabaya bakal mengadakan webinar dan workshop via zoom skala nasional pada 7 Agustus 2020 dan 28 Agustus 2020.

“Kami harapkan acara ini bisa bermanfaat untuk para pendidik di era adaptasi kebiasaan baru,” ucapnya.

Ia mengungkapkan kegiatan ini diproyeksikan memberikan solusi dari berbagai pertanyaan dan keluhan umum seputar pembelajaran daring. Kedua perhelatan akbar daring tersebut akan digelar via Zoom bersama tokoh nasional Kak Seto selaku Ketua Umum LPAI dan psikolog anak dan Weilin Han, konsultan Kemendikbud Jakarta dan praktisi pendidikan. Untuk dapat mengikuti event ini peserta bisa mengecek di situs www.historyofjavamuseum.com.

link : https://www.liputan6.com/regional/read/4318116/begini-cara-menghadapi-tantangan-pembelajaran-daring-di-tengah-pandemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here