“Perasaan cinta pada budaya bangsa serta kekayaan sejarah yang membanggakan” 

Semangat dan inisiatif para guru TK membawa putera/putri didiknya berkunjung ke Museum patut disanjung. Tentunya kita paham betul jika anak-anak usia dini masih sulit mengerti akan cerita sejarah yang cukup rumit. Nah segudang apresiasi bagi sekolah taman kanak-kanak yang berani melakukan “outdoor learning” melalui kunjungan Museum. Pasti tidak selalu mudah mengatasi kerewelan anak-anak cilik di suatu tempat asing. Apalagi kalau jalan-jalan cukup lama tanpa digandeng Ibunda. Butuh kesabaran serta kepandaian guru membawa suasana tegang menjadi ceria kembali. 

Lantas mengapa seusia TK diajak mengunjungi Museum yang berbobot pengetahuan cukup berat, sihh? Jangan salah! Memang tujuan paling ringan sebatas berkeliling melihat benda koleksi unik bersejarah. Namun sebenarnya banyak manfaat edukasi yang teramat penting dipetik. Seperti halnya kita sedang melatih mereka berkomentar atas apapun yang dilihatnya. Terlebih lagi jika timbul rasa penasaran sehingga rajin bertanya,”itu bentuk apa? ini buat apa?” Pertanyaan ataupun komentar itu mungkin terdengar sederhana saja. Tapi sebenarnya disitulah daya kritis anak mulai terlatih. 

Pada kapasitas itupun telah dijajaki proses “Merdeka Belajar” yang tengah diprogramkan oleh Kemendikbud Ristek bagi setiap jenjang sekolah di Indonesia. Sehingga jangan sekali-kali meremehkan sekolah TK yang kental akan suasana bermain atau bersenang-senang. Jika memiliki guru pendamping yang tangguh dan punya motivasi jauh ke depan, maka kepribadian serta kecerdasan anak-anak pasti lebih cepat dibentuk. Pastinya segala aktivitas yang akan dijalankan itu perlu didukung oleh penyelenggara pendidikan terpercaya. Seperti halnya Museum Sejarah dan Budaya Jawa di  Yogyakarta; History of Java!

GALLERY MUSEUM HISTORY OF JAVA

BERSAMA TK AISYIYAH KHADIJAH

Pagi hari sekitar pukul 08.00, sekitar 100 anak TK Aisyiyah Khadijah diantarkan orangtua masing-masing ke halaman Museum History of Java. Letak Museum ini di Pyramid Rest Area, Jalan Parangtritis KM 5,5 Sewon, Bantul. 

Para murid dibagi menjadi 2 kelas TKA dan TKB masing-masing 50 siswa/siswi. Pada jam 09.00 pagi mereka memasuki pintu depan Museum History of Java. Oya, sebelumnya yuk foto dulu bersama-sama!

1. Ruang Teater 

Dari pertama datang ke Museum History of Java suasana hati adik-adik mungil TK Aisyiyah Khadijah sangat berwarna. Sebagian anak menangis takut, rewel ditinggal orangtua, tapi banyak juga kok yang terlihat santai. Apalagi para Ibu Guru sangat pandai mengajak anak-anak bercerita. Begitupun Guide pemandu Museum History of Java yang sangat ramah anak. Okey, saat semuanya sudah duduk tenang, maka pemutaran film di ruang teater HOJ Museum langsung dimulai. Film dokumenter purba durasi 7 menit ini menjadi opening dari Guide Museum. Sebelum anak-anak berkeliling ruang koleksi berikutnya. Oh ya, film ini menayangkan sejarah terbentuknya Tanah Jawa serta kehidupan Manusia Purba semenjak 2.5 juta tahun silam. 

2. Ruang Koleksi dan Pavilun Keraton

Selanjutnya, adik-adik berbaris ‘kereta api” mulai dari ruang koleksi pertama dimana mereka melihat benda koleksi dari jaman perunggu, periode agama Kapitayan pertama di Jawa, hingga kerajaan Hindu-buddha di Tanah Jawa. Selama berada di ruang koleksi tidak ada anak yang rewel atau berlari-lari. Ternyata mereka sangat menikmati tour bersama Ibu Guru dan Kakak Pemandu. Bahkan ada beberapa anak yang aktif bertanya! Pintar banget!

Adapun ruang koleksi Museum History of Java terbagi 5 lorong koleksi dan 1 Paviliun Keraton yang menyimpan berbagai benda warisan leluhur kita. Mulai dari era purbakala (Migrasi Austronesia), koleksi kerajaan Hindu-Buddha, koleksi kerajaan Mataram Hindu dan Majapahit, hingga koleksi dari periode persebaran Islam di Tanah Jawa oleh Walisongo dan Kerajaan Demak. Puncaknya ialah beragam koleksi kerajaan Mataram Islam yang menjadi cikal-bakal Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

3Nonton Film 3D yang Mengesankan

Setelah selesai berjalan-jalan di Ruang Koleksi semua adik-adik diajak menonton film Animasi Dinosaurus di Ruang 3D / 3 Dimensi. Film animasi merupakan wahana hiburan yang cocok dengan program “Fun Learning Merdeka Belajar” di Museum History of Java. Terutama film ini mengisahkan  seekor anak dinosaurus yang sedang berpetualang di tengah kegelapan hutan rimba. Sementara sang ibu dinosaurus mengawasi serta melindungi anaknya dari berbagai predator di dunia purbakala.

Wahh! Ternyata film animasi pun bisa jadi sarana merdeka belajar yang inspiratif bahkan cermin kasih-sayang dalam keluarga! Bahkan adik TK Aisyiyah Khadijah sangat bersemangat menonton sambil memakai kacamata 3D!

4Foto Ekspresif Dengan Properti Jawa

Ekspresi “Merdeka Belajar” anak-anak membuat mereka gembira dan percaya diri hingga kunjungan berakhir. Di ruang terakhir inilah mereka bisa bergaya foto lucu bersama teman-teman serta para Ibu Guru Pendamping. Ruang diorama Museum History of Java memang menyajikan berbagai background foto unik dengan tampilan 3D. Sejumlah 7 background foto itu bertemakan budaya-tradisi Jawa, petualangan, hingga kehidupan masa lampau. Apalagi ada properti baju jawa, caping, dan senjata mainan dari gabus. Sangat menyenangkan!

5Permainan Ular Tangga

Aktivitas terakhir untuk eksplorasi merdeka belajar yaitu permainan ular tangga raksasa di ruang aula History of Java. Permainan ini bukan sekedar “Giant Snack Ledder” tanpa makna. Terdapat pembelajaran bahasa jawa disertai filosofi pewayangan. Anak-anak bisa bermain sembari meresapi pitutur jawa yang adiluhung. 

6. EXIT DOOR : LITTLE MALIOBOROSebelum pulang, yukk foto kenang-kenangan tour Museum History of Java di teras instagramable “Little Malioboro Street”!

TERIMA KASIHSEKOLAH TK AISYIYAH KHADIJAH, BANTUL


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here