Hallo, Museum Lovers! Pernahkah kamu datang ke sebuah Museum yang dikelilingi teknologi baru terasyik? Mulai dari Augmented Reality, QR Movie, Autoself Guiding, Film Teater, hingga 3D Dinosaurus. Super komplit!

Minilemon.id

Eitss, gak perlu bingung mencari referensinya dimana-mana. Sebab, salah satu Museum di Yogyakarta berikut ini bakal menyuguhkan semua teknologi sejarah kekinian. Dijamin seru banget!

Penasaran dimana letak Museum tersebut? Namanya Museum History of Java! Terletak di Jalan Parangtritis KM 5,5, Sewon, Bantul. Atau di halaman Pyramid Rest Area yang ikonik dengan bangunan segitiga berbentuk Piramid. Jika kamu melihat piramida itu nanti akan terbaca nama: Museum History of Java.

Pelopor Museum Berteknologi Unik

Sobat Museum Lovers, saat ini teknologi canggih sudah merambah dunia permuseuman tanah air. Namun taukah kamu jika Museum History Of Java telah menggunakan seluruh kecanggihan tersebut sejak 2018 silam? Bahkan Museum ini pernah mendapat nominasi bergengsi sebagai “Museum berteknologi adaptasi baru” loch!

Sejak 2018 saat dibuka untuk masyarakat umum, Museum Peradaban Jawa ini sudah berteknologi modern. Konsepnya pun gak tanggung-tanggung. Mulai dari film edutainment dengan sentuhan 3D. Sampai teknologi foto video unik yang kini mendunia, yaitu Augmented Reality.

Nah, buat kamu yang belum pernah mengunjungi Museum History of Java, sebaiknya kita review profil koleksinya terlebih dulu. Setelah itu kamu bisa membayangkan sebagaimana keren suasana Museum ini, bersama semua teknologi terbaiknya!

Sejatinya, tematik story Museum History of Java sangat luar biasa, terutama bagaimana kita perlu mengenal kisah Peradaban Sejarah dan Budaya di Tanah Jawa. Dimulai dari periode manusia prasejarah Jawa dari perpindahan bangsa-bangsa Austronesia ke Jawa, beserta kepercayaan kuno saat itu. Alkisahnya pun berlanjut kehidupan manusia di abad yang lebih maju, yaitu zaman kerajaan Hindu-Buddha, yang tertua hingga terakhir.

Periode Hindu-Buddha akhir tersebut akan memulai cerita persebaran Islam di Jawa. Terutama oleh Wali Songo dan Kerajaan Demak. Selanjutnya kita mulai mengenal asal-usul sejarah Kerajaan Mataram Islam. Sebuah kerajaan Islam terbesar yang menurunkan raja-raja Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Salah satunya Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Pada bagian Mataram Islam ini kita dapat menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) di ruang koleksi. Saat pengunjung scan barcode di dalam gambar maka bakal tampak 3D Sultan Agung yang seperti melompat ke layar ponsel kamu!

Sobat Museum, berikut ini AR Sultan Agung yang lagi dimainkan oleh para sahabat Minilemon. Siapa itu Minilemon? Kamu bisa mengikuti cerita uniknya melalui Minilemon.id, dan juga IG Minilemon. Disana banyak informasi menarik, inspiratif, dan juga komik lucu yang sangat menghibur. Tokohnya ada Slamet, Memey, Togar, Ucup, dan Wayan. 

5 Keunikan History of Java Museum

Seperti sudah disebutkan tadi, kamu akan diajak menggunakan Autoself Guiding Tour, Menonton Film Dokumenter Sejarah Tanah Jawa, Bermain Augmented Reality / AR, Menonton Film Sejarah dengan QR Movie, dan menonton film 3D pakai kacamata 3 dimensi.

Jadi, perjalanan tour ini akan kita mulai dari teknologi pertama sedari awal kamu memasuki pintu Museum, hingga ruang hiburan sebelum kunjungan berakhir. Oyah, persiapkan semangat jelajahmu sebab ruangan Museum History of Java nanti sangat amat luas!

1. Pintu Masuk : Teknologi Autoself Guiding Scan

Pengunjung Museum History of Java dapat memilih berkeliling ditemani guide storyteller sebagai pemandu Museum. Nah. Jika tanpa didampingi storyteller Museum, maka kamu dapay menggunakan teknologi Auto Self Guided Tour seperti berikut.

Caranya mudah kamu hanya perlu search di Google alamat “thehistoryofjavamuseum.com/autoguide”. Setelah itu kamu dapat membaca keterangan tentang koleksi Museum History of Java, melihat berbagai macam gambar benda bersejarah, bahkan mendengar suara narrator google atau pengganti storyteller.

2. Ruang Teater : Pemutaran Film Dokomenter

Saat membuka pintu Museum, pengunjung akan diajak oleh Pemandu Museum untuk menonton sebuah film sejarah, yang durasinya sekitar 7 menit. Film documenter pendek ini disetel menggunakan teknologi layar proyektor berkualitas tinggi. Secara gambar maupun suara sangat menghibur sekaligus mengedukasi.

Pengunjung Museum dapat memilih posisi duduk ternyaman. Suasana ruang teater full AC dengan penerangan yang sesuai sanggup menciptakan tontonan yang berpengetahuan. Film itu sendiri mengisahkan sejarah terbentuknya tanah Jawa hingga kehidupan manusia purba sejak 2 juta tahun silam.

3. Ruang Koleksi : Augmented Reality dan QR Movie

Semenjak 2018 teknologi kekinian ini sudah terpasang pada ruang koleksi Museum History of Java. Teknologi Augmented Reality akan membawa gambar-gambar ikonik bersejarah seakan tampil nyata pada layar ponsel kamu. Caranya sangat mudah, kamu cukup mendownload aplikasi History of Java AR di Google Play Store, khusus untuk android.

Setelah download dan membuka layar aplikasinya maka scan pada barcode di salah satu gambar secara tepat. Jika posisi layar mengenai barcode akan segera keluar bentukan benda, hewan, ataupun sosok tokoh sejarah seperti halnya Sultan Agung. Jika pingin berfoto kamu pun bisa meminta bantuan teman atau pemandu museum untuk mengklik Screenshot pada ponsel android milikmu.

New Technology : QR Movie

QR Movie adalah teknologi paling baru yang dimiliki Museum History of Java. Kamu bisa scan barcode QR Movie dengan aplikasi History of Java Museum AR. Jangan lupa download terlebih dulu melalui Playstore untuk android. Nah bagaimana menggunakan QR Movie setelah mendownload aplikasinya? 

Posisikan aplikasi History of Java AR pada gambar barcode bertuliskan “SCAN ME”. Klik pada keterangan yang muncul disana. Setelah itu aplikasi akan mengeluarkan folder “Googledoc”. Dengan melakukan klik maka video singkat bertemakan sejarah bakal tampil di layar ponsel kamu.

4. Ruang 3D Dinosaurus : Teknologi Film 3D Animasi

Setelah menjelajah ruang koleksi beserta segala teknologinya kamu akan diajak melangkah ke ruang belakang Museum. Disana terdapat 3D room yang memutarkan film animasi Dinosaurus berdurasi 5 menit saja. Setelah duduk di kursi ruang 3D, segera pakai kacamata 3 dimensi yang diserahkan petugas Museum, dan film pun dimulai setelah lampu dipadamkan!

5. Ruang Diorama : Background Foto Berdimensi

Sebagai penutup kamu diajak memasuki Ruang Diorama yang dipenuhi background foto 3D terunik. Di ruang terakhir ini kamu cukup memegang ponsel saja sehingga bisa foto-foto berlatarkan gambar 3 dimensi. Konsep dan tema fotonya tentang kehidupan tanah jawa di masa lampau. Supaya fotonya lebih instagramable, kamu boleh memakai property yang disediakan, seperti baju jawa, caping, serta replika senjata perburuan.

Little Malioboro

Sobat Museum, demikianlah berbagai teknologi unik dan menyenangkan di Museum History of Java. Dengan begitu kamu pun dapat berwisata dan bermain aplikasi sembari belajar tentang kesejarahan Jawa di masa lampau. Nah, sebelum beranjak meninggalkan gerbang Museum, kamu bisa berfoto instagrammable di spot outdoor “Little Malioboro”. Salam Sahabat Museum! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here